Kalau ngomongin soal finishing lantai, banyak orang langsung terbayang biaya yang lumayan dan pekerjaan yang kelihatannya rumit. Padahal, beberapa elemen justru cukup mudah dikerjakan sendiri, termasuk memasang plint lantai. Menariknya, pekerjaan kecil seperti ini bisa memberikan efek visual yang besar untuk tampilan ruangan.
Nggak jarang kita merasa ruangan kok seperti kurang “jadi”, meski lantainya sudah rapi. Nah, biasanya itu karena belum ada plint atau skirting yang menutup sambungan antara dinding dan lantai. Dengan mempelajari cara pasang plint lantai sendiri, kamu sebenarnya bisa menghemat biaya tukang sekaligus meningkatkan estetika rumah dalam satu langkah praktis.
Kalau dipikir-pikir, DIY kecil seperti ini memang cocok untuk siapa pun yang ingin mempercantik rumah tanpa harus keluar budget besar. Dengan beberapa alat sederhana dan sedikit ketelitian, hasilnya bisa terlihat sangat profesional.
Low-Budget Renovasi: Cara Pasang Plint Lantai Sendiri

Banyak pemilik rumah merasa pemasangan plint itu pekerjaan tukang profesional, padahal kenyataannya cukup mudah diikuti. Cara pasang plint lantai sendiri pada dasarnya hanya memerlukan persiapan yang tepat dan pemahaman dasar mengenai alurnya. Faktanya, pemasangan bisa dilakukan hanya dalam beberapa jam untuk satu ruangan ukuran sedang.
Biasanya, tantangan terbesar ada pada pemotongan sudut dan meratakan garis pemasangan. Tapi dengan pendekatan yang teliti, bagian ini pun bisa kamu kuasai. Hal terpenting adalah memastikan dinding dan lantai bersih, kering, dan siap ditempeli plint agar hasilnya lebih maksimal.
Solusi Hemat Budget
Jika kamu memilih material seperti PVC, WPC, atau MDF ekonomis, biaya total bisa ditekan cukup jauh. Material ini juga lebih ringan sehingga lebih mudah dipasang untuk pemula.
Tips Merencanakan Pemasangan Plint Lantai dengan Budget Terbatas
Sebelum mulai memasang, ada baiknya menentukan jenis plint yang paling sesuai dengan kondisi rumah dan dompetmu. Harga plint bisa sangat bervariasi, mulai dari PVC yang sangat terjangkau hingga kayu solid yang jauh lebih mahal. Jadi, memahami kebutuhanmu sejak awal bisa menghindari pengeluaran tak perlu.
Hal berikutnya adalah perhitungan panjang ruangan. Banyak orang membeli terlalu banyak material karena tidak melakukan pengukuran detail. Cukup ukur keliling ruangan dan tambahkan margin sekitar 10–15% untuk cadangan. Cara sederhana seperti ini sudah bisa menghemat beberapa ratus ribu rupiah, terutama kalau ukuran ruangan besar.
Selain itu, pertimbangkan penggunaan lem khusus dibandingkan paku atau sekrup apabila dindingmu tidak rata. Lem biasanya lebih mudah untuk DIY dan hasilnya tetap kuat. Pilihan alat yang simpel akan semakin memudahkan proses pemasangan.
Solusi
Gunakan meteran laser murah atau meteran standar untuk menghindari salah hitung—alat kecil, tapi dampaknya besar untuk efisiensi.
Material Hemat Biaya untuk DIY Pemasangan Plint
Ketika memilih plint untuk renovasi low-budget, material PVC sering jadi pilihan favorit. Selain murah, PVC juga punya bobot ringan dan fleksibel, sehingga gampang dibentuk mengikuti kontur dinding. Cara pasang plint lantai sendiri dengan PVC juga menjadi pilihan pemula karena tidak memerlukan banyak alat atau teknik rumit.
Alternatif lainnya adalah plint MDF yang memberikan tampilan lebih premium. MDF sedikit lebih kuat dan cocok untuk ruangan dengan kesan modern minimalis. Namun, material ini tetap ramah di kantong dan bisa dipasang tanpa peralatan mahal. Saat dipadukan dengan cat dinding yang tepat, kelihatannya bisa sangat elegan.
Untuk yang ingin nuansa alami, plint WPC bisa jadi opsi. Harganya sedikit di atas PVC, tapi tetap ekonomis dibanding kayu solid. Ketahanannya cukup baik dan pemasangannya pun relatif mudah.
Solusi
Jika ingin tampilan lebih “mahal” tanpa biaya besar, pilih MDF, lalu cat plint menggunakan warna yang kontras dengan dinding agar tampilannya lebih menonjol.
Area Rumah yang Paling Mudah Dipasang Plint
Ruang keluarga dan kamar tidur biasanya menjadi area paling ideal untuk belajar cara pasang plint lantai sendiri. Alasannya sederhana: ruangan-ruangan ini memiliki sudut yang relatif simetris dan jarang punya lekukan ekstrem seperti dapur atau kamar mandi. Artinya, kamu bisa fokus pada teknik dasar tanpa harus berhadapan dengan banyak potongan sudut sulit.
Koridor atau lorong rumah juga cocok untuk pemula. Bagian ini cenderung lurus dan panjang sehingga proses pemasangan berjalan cepat. Dengan sedikit latihan, kamu dapat merasakan sendiri bagaimana plint memberi efek rapi sekaligus menambah karakter pada ruangan.
Jika kamu sudah terbiasa memasang di area mudah, barulah masuk ke area kompleks seperti dapur. Tapi untuk pemula, disarankan mulai dari ruangan yang layout-nya sederhana agar lebih percaya diri.
Solusi
Mulailah dari ruangan kecil terlebih dahulu. Ruang 3×3 meter adalah ukuran ideal untuk latihan tanpa terlalu banyak risiko salah potong.
Langkah-Langkah Cara Pasang Plint Lantai Sendiri
Setelah memahami material dan perencanaannya, saatnya masuk ke proses inti. Cara pasang plint lantai sendiri umumnya mengikuti alur yang sangat sederhana. Kamu hanya perlu menyiapkan cutter, gergaji kecil, lem konstruksi, meteran, pensil, dan masking tape.
Langkah pertama adalah membersihkan area dinding dan lantai yang akan dipasang. Banyak orang melewatkan tahap ini, padahal kotoran kecil saja bisa membuat lem tidak menempel sempurna. Pastikan juga permukaan benar-benar kering dan bebas debu.
Berikutnya, ukur panjang sisi ruangan dan potong plint sesuai ukuran. Kalau ada sudut dalam atau luar, gunakan mitre box atau potong manual dengan sudut 45 derajat. Ini akan membuat sambungan sudut tampak lebih rapi dan profesional.
Solusi
Gunakan lem secukupnya pada sisi belakang plint; jangan terlalu banyak agar tidak meluber saat ditempel.
Cara Merapikan Hasil Pemasangan
Setelah semua plint terpasang, langkah selanjutnya adalah memastikan hasil terlihat rapi. Kamu bisa menggunakan masking tape untuk menahan plint sementara lem mengering. Biasanya, butuh waktu sekitar 12–24 jam hingga lem benar-benar kuat.
Jika ada celah kecil antara plint dan dinding, gunakan sealant atau caulk untuk menutupinya. Ini membuat hasilnya tampak jauh lebih profesional. Nggak jarang bagian finishing justru menentukan seberapa “jadi” tampilan ruanganmu.
Untuk plint MDF atau WPC, kamu bisa mempertimbangkan pengecatan ulang setelah pemasangan. Proses cat yang rapi akan menyatu dengan dinding dan memberikan kesan lebih halus.
Solusi
Gunakan sealant warna putih atau bening agar lebih fleksibel untuk berbagai warna plint.
Kesimpulan
Dengan memahami cara pasang plint lantai sendiri, kamu bisa melakukan perubahan kecil namun signifikan pada tampilan rumah. Persiapannya sederhana, peralatannya minimal, dan hasilnya bisa membuat ruangan terasa lebih rapi dan estetik. Dengan pendekatan DIY yang matang, kamu bisa menghemat biaya sekaligus mendapatkan pengalaman baru dalam merapikan rumah.