Cara Memperbaiki Keramik Terangkat

Kalau ngomongin soal renovasi kecil di rumah, keramik yang tiba-tiba terangkat itu termasuk masalah yang bikin geleng-geleng kepala. Kadang bunyinya “tek!” saat diinjak, kadang langsung muncul celah yang bikin lantai terlihat rusak dan nggak nyaman dilihat. Menariknya, masalah ini sering muncul bukan hanya di rumah lama, tapi juga di rumah yang baru dipakai beberapa tahun.

Banyak orang mengira keramik terangkat cuma bisa diperbaiki dengan bongkar total, padahal ada beberapa cara yang cukup sederhana dan low-budget. Yang penting adalah memahami dulu penyebabnya, supaya solusi yang dipakai memang tepat sasaran. Kalau dipikir-pikir, perbaikan kecil seperti ini sebenarnya bisa dilakukan sendiri tanpa harus menunggu tukang datang.

Tren Low-Budget DIY Renovasi Rumah memang lagi naik, dan perbaikan keramik termasuk yang paling sering dicoba pemilik rumah. Selain lebih hemat, prosesnya juga cukup memuaskan karena kamu langsung melihat hasilnya dalam waktu singkat.

Penyebab Keramik Terangkat

Sebelum memperbaiki keramik terangkat, ada baiknya kamu memahami apa penyebabnya. Banyak kasus terjadi karena adukan semen tidak menempel sempurna. Ini membuat keramik seperti “mengambang” dan mudah terangkat kalau ada tekanan.

Di beberapa rumah, perubahan suhu ekstrem juga memicu keramik mengembang dan akhirnya mendorong keramik lainnya. Nggak jarang juga retakan kecil di bawah permukaan membuat udara masuk dan akhirnya membuat keramik terangkat.

Faktanya, penyebab seperti kelembapan, genangan air yang meresap, atau lantai yang tidak rata juga bisa memengaruhi kondisi keramik. Dengan mengenali penyebabnya, kamu bisa memilih langkah yang paling efektif untuk mengatasinya.

Cara Memperbaiki Keramik Terangkat

1. Bongkar Keramik yang Terangkat

Pada langkah pertama ini, kamu perlu mencabut keramik yang sudah terangkat. Gunakan pahat atau obeng untuk mengungkit sisi keramik dengan hati-hati. Jika keramik masih utuh, kamu bisa memakainya kembali agar lebih hemat.

Biasanya, keramik yang terangkat tidak selalu pecah, jadi peluang untuk digunakan ulang cukup besar. Pastikan kamu mengetuk permukaan lantai di sekeliling keramik untuk mengecek apakah ada area lain yang ikut kopong.

2. Bersihkan Sisa Adukan Lama

Setelah keramik terlepas, permukaan lantai biasanya masih ada sisa semen atau pasir yang menumpuk. Bersihkan semua bagian tersebut hingga benar-benar rata. Permukaan yang bersih membantu keramik menempel lebih kuat saat dipasang kembali.

Proses membersihkan ini sebenarnya cukup cepat, tapi jangan terburu-buru karena ketelitian sangat menentukan hasil akhirnya. Banyak kasus keramik terangkat kembali karena permukaannya tidak dibersihkan dengan benar.

3. Buat Adukan Baru yang Lebih Kuat

Untuk membuat keramik menempel sempurna, gunakan campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1:1, lalu tambahkan sedikit lem keramik agar daya rekatnya lebih kuat. Campuran yang terlalu encer biasanya tidak menempel dengan baik.

Menariknya, penggunaan lem keramik low-budget sekarang sudah cukup terjangkau, jadi kamu nggak perlu khawatir soal biaya. Dengan adukan yang tepat, keramik akan jauh lebih stabil dan tidak mudah terangkat lagi.

4. Pasang Kembali Keramik dan Ratakan

Setelah adukan siap, oleskan secara merata pada permukaan lantai. Tempelkan keramik, lalu tekan perlahan dengan tangan atau palu karet. Pastikan posisinya rata dan sejajar dengan keramik lainnya.

Biasanya butuh beberapa ketukan ringan supaya keramik benar-benar mengunci di tempatnya. Kalau permukaan lantai terasa masih tidak rata, kamu bisa mengatur ulang adukan sedikit demi sedikit.

5. Isi Nat dan Tunggu hingga Kering

Setelah keramik terpasang rapi, langkah terakhir adalah mengisi nat. Nat bukan hanya mempercantik tampilan tapi juga mencegah air meresap ke bagian bawah keramik. Pilih nat yang warnanya serasi dengan lantai agar tampilan lebih menyatu.

Tunggu minimal 24 jam sebelum diinjak. Dengan begitu, hasil perbaikan akan jauh lebih awet dan tidak mudah bergeser.

Tips Agar Keramik Tidak Terangkat Lagi

Gunakan Lem Keramik

Solusi paling sederhana adalah menggunakan lem keramik setiap kali memasang ulang keramik. Lem ini membantu keramik melekat lebih kuat ke lantai, khususnya di area yang sering dilewati.

Pastikan Permukaan Lantai Rata

Saat membersihkan sisa adukan, pastikan permukaan benar-benar halus. Lantai yang tidak rata membuat keramik mudah terangkat kembali.

Jaga Sirkulasi dan Kelembapan

Keramik yang sering terkena air biasanya lebih rentan terangkat. Jadi pastikan area tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak ada air menggenang.

Area Rumah yang Sering Mengalami Keramik Terangkat

Ruang Keluarga

Area yang sering diinjak membuat keramik mudah longgar jika pemasangannya kurang kuat. Kamu bisa mengecek secara berkala apakah ada bunyi kopong.

Dapur

Suhu panas dan aktivitas tinggi membuat keramik lebih cepat mengembang. Memasang lem tambahan bisa membantu menjaga kestabilannya.

Kamar Mandi

Kelembapan yang tinggi sering menyebabkan adukan cepat rusak. Pastikan nat terisi sempurna agar air tidak masuk ke bawah keramik.

Material Hemat untuk Perbaikan Keramik

Lem Keramik Low-Budget

Sekarang banyak pilihan lem keramik dengan harga terjangkau namun kualitas tetap bagus. Ini cocok untuk kamu yang ingin renovasi low-budget tapi tetap tahan lama.

Nat Instan

Nat instan lebih mudah digunakan dan biasanya lebih murah. Untuk perbaikan kecil, satu kemasan kecil saja sudah cukup.

Palu Karet

Alat ini harganya murah tapi sangat membantu saat meratakan keramik tanpa membuatnya pecah.

Kesimpulan

Memahami cara memperbaiki keramik terangkat sebenarnya membuat kita lebih percaya diri melakukan perbaikan kecil di rumah. Dengan persiapan matang dan teknik sederhana, keramik yang tadinya terangkat bisa terlihat rapi kembali tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Renovasi dengan budget terbatas bukan berarti hasilnya seadanya yang penting adalah memahami prosesnya dan memilih material yang tepat.

Leave a Comment